Ada Bekas Kekerasan Bocah Tewas di Penjaringan Ditemukan dengan Luka Diduga Akibat Kekerasan Benda Tumpul
Jangkauan Serang — Ada Bekas Kekerasan Misteri kematian seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, mulai terungkap setelah hasil pemeriksaan awal dari tim medis menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Luka yang ditemukan diduga berasal dari benda tumpul, memunculkan dugaan kuat bahwa sang bocah menjadi korban penganiayaan.
Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam rumah kontrakan yang ditinggalinya bersama keluarganya, pada Senin malam (23/9). Warga sekitar yang mencium bau tidak sedap dari dalam rumah tersebut akhirnya melapor ke RT setempat, sebelum pihak kepolisian datang dan membuka paksa pintu.
Luka Memar di Beberapa Bagian Tubuh
Kapolsek Penjaringan, Kompol Riyanto, mengonfirmasi bahwa hasil pemeriksaan sementara dari tim forensik menunjukkan adanya memar dan lebam di beberapa bagian tubuh korban, terutama di bagian punggung dan lengan.
Terdapat bekas luka memar yang tidak wajar. Diduga akibat benturan benda tumpul. Kami masih menunggu hasil autopsi lengkap,” ujar Kompol Riyanto kepada wartawan, Selasa (24/9).
Tim Inafis dan Reskrim Polsek Penjaringan langsung melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang dari lokasi yang bisa dijadikan bukti. Polisi juga memeriksa beberapa saksi, termasuk tetangga dan keluarga korban.
Baca Juga: Inovasi Jepang Kucing Jadi Kepala Stasiun AI Jadi Pemimpin Parpol p6
Ibu Korban Menghilang, Ayah Diperiksa
Yang mengejutkan, menurut keterangan warga, ibu korban tidak berada di lokasi saat kejadian dan hingga kini belum bisa dihubungi. Sementara sang ayah, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian, sudah diamankan oleh polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kami dengar memang sering ada suara bentakan dari rumah itu, tapi kami tak menyangka akan berakhir seperti ini,” ujar salah satu tetangga, yang enggan disebut namanya.
Kondisi ekonomi keluarga korban disebut-sebut cukup memprihatinkan. Sang bocah juga jarang terlihat bermain di luar rumah atau bersosialisasi dengan anak-anak lainnya di lingkungan sekitar.
Dinsos dan Komnas PA Turun Tangan
Menanggapi kasus memilukan ini, Dinas Sosial DKI Jakarta dan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) telah menyatakan akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, menyebut bahwa negara tidak boleh abai terhadap perlindungan anak-anak di lingkungan keluarga.
Jika benar ini kasus kekerasan dalam rumah tangga, pelaku harus dihukum seberat-beratnya. Anak bukan tempat pelampiasan kekerasan,” tegas Arist.
Komnas PA juga meminta pemerintah daerah lebih aktif mengawasi dan merespons laporan kekerasan terhadap anak, terutama di lingkungan padat dan berisiko tinggi.
Ada Bekas Kekerasan Penyelidikan Masih Berlangsung
Hingga saat ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan. Jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk keperluan autopsi. Pihak kepolisian juga membuka kemungkinan menetapkan tersangka setelah hasil autopsi keluar dan penyelidikan lanjutan selesai dilakukan.
Kami mohon waktu. Kasus ini menjadi prioritas, dan kami pastikan akan transparan,” tutup Kapolsek Penjaringan.
Penutup
Kasus kematian tragis anak di Penjaringan menjadi tamparan keras bagi semua pihak tentang pentingnya perlindungan anak dalam lingkup rumah tangga. Di tengah kota besar seperti Jakarta, masih ada anak-anak yang terjebak dalam lingkar kekerasan domestik tanpa perlindungan memadai. Peristiwa ini diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan sosial dan penegakan hukum dalam kasus kekerasan terhadap anak.






