Pramono Klaim Harga Cabai di Jakarta Mulai Turun, Tanpa Intervensi Pasar
Jangkauan Serang – Pramono Klaim Harga Cabai Menteri Perdagangan Pramono Anung menyampaikan bahwa harga cabai di pasar-pasar Jakarta mulai mengalami penurunan secara alami. Menurutnya, pergerakan harga ini terjadi tanpa adanya intervensi langsung dari pemerintah.
Dalam konferensi pers yang digelar kemarin, Pramono Anung menjelaskan bahwa fluktuasi harga cabai selama beberapa minggu terakhir merupakan bagian dari dinamika pasar. “Kenaikan harga sebelumnya memang sempat cukup tinggi karena pasokan terbatas, tetapi kini kondisi mulai stabil. Penurunan harga ini terjadi karena pasokan cabai dari daerah produsen kembali normal,” ujarnya.
Pramono Klaim Harga Cabai Pasokan Cabai Mulai Normal
Pramono Anung menambahkan, beberapa wilayah penghasil cabai, seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan, telah memasuki musim panen yang baik. Lonjakan pasokan ini secara otomatis menurunkan harga di pasar tradisional maupun modern.
Menurut pengamat perdagangan, situasi ini menunjukkan bahwa mekanisme pasar bekerja sesuai prinsip ekonomi dasar, di mana penawaran yang meningkat akan menurunkan harga jika permintaan tetap. “Ini bukti bahwa pasar bisa menyesuaikan diri tanpa selalu mengandalkan campur tangan pemerintah,” kata Dedi Rahman, analis ekonomi dari Universitas Indonesia.
Baca Juga: Bayar Tak Sampai Rp 100.000 Kereta Malaysia Singapura Cuma 5 Menit
Tantangan Distribusi Masih Ada
Meski harga cabai mulai turun, pemerintah tetap mengawasi rantai distribusi untuk memastikan stabilitas harga di tingkat konsumen.
“Distribusi cabai harus tetap lancar agar penurunan harga benar-benar dirasakan konsumen. Pemerintah tidak intervensi harga, tapi memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi,” tegas Pramono Anung.
Harapan Konsumen
Penurunan harga cabai menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama bagi keluarga yang rutin mengonsumsi cabai sebagai bahan masakan utama. Beberapa konsumen berharap tren penurunan ini bisa bertahan beberapa minggu ke depan, sehingga meringankan beban biaya belanja sehari-hari.
Sementara itu, pedagang pasar tradisional mengimbau agar masyarakat tetap membeli sesuai kebutuhan. “Jika semua orang membeli berlebihan karena harga turun, bisa kembali terjadi kekurangan dan harga naik lagi,” kata Lina, pedagang cabai di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.






