Kota Prabumulih Kembali Disorot Nasional, Mendagri Soroti Pendapatan Daerah Paling Rendah di Indonesia
Jangkauan Serang – Kota Prabumulih Kembali Disorot Sumatera Selatan, kembali menjadi sorotan setelah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut kota ini sebagai daerah dengan pendapatan asli daerah (PAD) terendah di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat evaluasi kinerja pemerintah daerah baru-baru ini dan langsung menjadi perhatian publik serta jajaran pemerintahan daerah.
Kota dengan PAD Terendah, Apa Sebabnya?
Mendagri menyampaikan bahwa PAD Prabumulih tergolong sangat kecil jika dibandingkan dengan kota/kabupaten lain di Indonesia. Hal ini dianggap memprihatinkan, mengingat otonomi daerah seharusnya mendorong pemerintah lokal untuk kreatif dalam menggali potensi ekonomi dan meningkatkan pendapatan daerah secara mandiri.
“Prabumulih ini PAD-nya sangat kecil. Ini menjadi cerminan bahwa belum optimal dalam menggali potensi yang ada,” ujar Tito dalam pernyataan resminya.
Menurut data sementara yang disampaikan, PAD Prabumulih hanya menyumbang sebagian kecil dari total anggaran belanja daerah, yang mayoritas masih bergantung pada dana transfer dari pusat.
Baca Juga: Rumor Louis van Gaal Bakal Latih Timnas Indonesia
Potensi Besar Tapi Belum Dimaksimalkan
Padahal, Prabumulih memiliki sejumlah potensi ekonomi yang layak dikembangkan, mulai dari sektor energi (gas alam), pertanian, hingga jasa dan perdagangan lokal. Namun, lemahnya inovasi kebijakan dan belum optimalnya pengelolaan sumber daya daerah dinilai menjadi hambatan utama.
Sejumlah pengamat menilai perlu ada reformasi dalam tata kelola keuangan daerah serta upaya pengembangan sektor unggulan yang lebih serius.
“Jika hanya bergantung pada dana pusat, maka daerah akan sulit berkembang. Harus ada strategi untuk meningkatkan investasi, memperluas basis pajak daerah, dan mendorong UMKM,” kata seorang ekonom daerah Sumsel.
Tanggapan Pemkot Prabumulih
Menanggapi sorotan tersebut, Pemerintah Kota Prabumulih menyatakan akan menjadikan hal ini sebagai bahan evaluasi dan pembenahan. Wali Kota Prabumulih berkomitmen meningkatkan PAD melalui pembenahan sektor perizinan, penataan aset daerah, serta menghidupkan kembali iklim investasi.
“Kami menyadari tantangan yang ada dan akan mengambil langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kemampuan fiskal daerah,” ujar perwakilan Pemkot Prabumulih dalam konferensi pers.
Kota Prabumulih Kembali Disorot Dukungan Pemerintah Pusat
Mendagri menegaskan bahwa pemerintah pusat siap memberikan bimbingan teknis dan pendampingan bagi daerah-daerah dengan kinerja PAD rendah. Tujuannya adalah mendorong kemandirian fiskal dan mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
“Kami tidak hanya mengkritik, tetapi juga siap membantu agar daerah seperti Prabumulih bisa bangkit dan lebih produktif secara ekonomi,” tambah Tito.
Kesimpulan
Kota Prabumulih kini berada di titik kritis untuk memperbaiki kinerjanya dalam hal pendapatan daerah. Dengan potensi yang dimiliki, tantangan utamanya adalah memiliki kemauan politik dan strategi yang tepat untuk keluar dari ketergantungan terhadap pusat. Sorotan dari Mendagri ini bisa menjadi momentum kebangkitan, jika direspons dengan langkah nyata dan berkelanjutan.






