Identifikasi Korban Longsor Tim DVI Turun Tangan Cibeunying Cilacap: Proses Cepat dan Teliti
Jangkauan Serang — Identifikasi Korban Longsor Setelah bencana tanah longsor besar yang melanda Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Polda Jawa Tengah bersama Sie Dokkes Polresta Cilacap langsung bergerak melakukan identifikasi jenazah korban. Kehadiran tim ini menjadi ujung tombak dalam memastikan nama-nama korban bisa dikonfirmasi dan dipulangkan ke keluarga dengan layak.
Evakuasi dan Titik Pencarian Korban
Sejak Kamis (13/11/2025), tim SAR gabungan telah melakukan pencarian di beberapa sektor longsoran, yaitu sektor A (A-1, A-2, A-3) dan sektor B (B-1, B-2).
Peran Unit K9 anjing pelacak sangat krusial: delapan ekor digunakan untuk melacak titik-titik korban di wilayah Bantaran sungai dan lokasi permukiman yang terdampak.
Hingga hari ketiga operasi, tim SAR gabungan menemukan sejumlah jenazah: tim menemukan satu korban atas nama Yuni pada sektor B-1. Sementara itu, pencarian terus berlanjut untuk puluhan warga yang masih hilang.
Baca Juga: Pohon Tumbang Timpa Mobil di Rempoa, Ibu dan Anak Alami Luka
Identifikasi Korban Longsor Identifikasi Korban oleh Tim DVI
Menurut Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, identifikasi delapan jenazah dalam satu hari menjadi bukti kegigihan dan kesigapan tim DVI serta Dokkes di tengah situasi darurat.
Delapan korban yang telah teridentifikasi adalah:
Muhamad Hafidz (6 tahun) – Dusun Pisangan, Desa Jenang
Nur Isnaeni Fadilah (30 tahun) – Dusun Pisangan, Desa Jenang
Asmanto (74 tahun) – Desa Cibeunying
Dani Setiawan (30 tahun) – Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying
Rizki Pratama Ramdan (10 tahun), anak Dani
Febri Erlangga Putra (6 tahun), anak Dani
Satini (26 tahun), istri Dani
Rusyanto alias Rastum (74 tahun), Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying
Tantangan Proses Identifikasi
Tidak semua jenazah berada dalam kondisi yang utuh. Untuk itu, Tim DVI harus sangat teliti dalam mencocokkan data korban.
Upaya Koordinasi Antar Tim
Kesuksesan identifikasi delapan korban ini tidak lepas dari sinergi antara berbagai pihak:
Unit K9 Polri memandu lokasi evakuasi
Personel Brimob Polda Jateng dan Polresta Cilacap berkontribusi dalam tim evakuasi, membantu pencarian di medan sulit.
Tim SAR gabungan (Basarnas, TNI, BPBD, relawan) terus menyisir lokasi longsor dengan peralatan manual dan alat berat.
Identifikasi Korban Longsor Situasi Terbaru dan Langkah Berikutnya
Hingga saat ini, proses pencarian fokus pada empat titik utama, yaitu worksite A-1, A-2, B-1, dan B-2. Untuk mendukung pencarian, pihak SAR mengerahkan 21 ekskavator dan puluhan anjing pelacak.
Penutup: Pentingnya Kecepatan dan Ketelitian
Peran Tim DVI Polri dalam tragedi longsor Cibeunying sangat vital.
Kecepatan kerja dan ketelitian dalam proses identifikasi oleh tim DVI dapat mengurangi beban psikologis keluarga korban. Selain itu, sinergi antara berbagai elemen SAR juga menunjukkan bahwa penanganan bencana adalah kerja kolektif yang membutuhkan keahlian teknis dan empati tinggi.






