Banjir Ciasem Rendam Ribuan Rumah Warga, Bupati Subang Desak Perbaikan Tanggul Jebol
Jangkauan Serang — Banjir Ciasem Rendam besar melanda kawasan Ciasem di Kabupaten Subang, Jawa Barat, setelah tanggul yang membendung Sungai Ciasem jebol, menyebabkan ribuan rumah warga terendam air setinggi satu hingga dua meter. Kejadian ini terjadi pada awal pekan lalu, menyusul intensitas hujan yang sangat tinggi di wilayah hulu sungai, yang mengakibatkan debit air sungai meluap. Banjir ini tidak hanya merendam rumah-rumah, tetapi juga mengganggu aktivitas perekonomian dan pendidikan di daerah tersebut.
Kondisi ini telah mengundang perhatian besar dari pemerintah daerah dan masyarakat Subang. Bupati Subang, H. Ruhimat, langsung turun ke lapangan untuk melihat dampak banjir serta mendesak pihak terkait untuk segera memperbaiki tanggul yang jebol guna mencegah banjir serupa terjadi di masa depan. Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah akan segera mengambil langkah-langkah cepat untuk mengatasi masalah ini.
Banjir Ciasem Rendam Tanggul Jebol, Ribuan Rumah Terendam
Banjir besar yang melanda wilayah Ciasem disebabkan oleh jebolnya tanggul yang membendung aliran Sungai Ciasem. Tanggul tersebut diketahui sudah berusia puluhan tahun dan telah mengalami kerusakan akibat faktor cuaca ekstrem dan kurangnya pemeliharaan. Meskipun hujan deras sudah mulai reda, dampak dari jebolnya tanggul ini sangat besar, dengan ribuan rumah warga di beberapa desa terendam air.
Menurut data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang, sekitar 2.500 rumah warga di Desa Ciasem, Desa Sukamaju, dan beberapa desa lain yang berada di sepanjang aliran sungai terdampak banjir. Selain rumah-rumah warga, fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, dan infrastruktur jalan juga terendam, mengakibatkan terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi.
“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Banyak rumah warga yang terendam dan harta benda mereka rusak. Ini menjadi perhatian serius bagi kami, dan kami akan segera mencari solusi agar hal ini tidak terulang kembali,” ujar Bupati Ruhimat saat meninjau lokasi banjir.
Baca Juga: Temui Korban Banjir Cengkareng Pramono Ditodong Warga Perbanyak Pompa Air
Bupati Desak Pemerintah Segera Perbaiki Tanggul
Melihat kerusakan yang ditimbulkan, Bupati Subang segera mengarahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan kajian teknis terkait kerusakan tanggul Sungai Ciasem. Bupati Ruhimat menekankan pentingnya perbaikan dan penguatan tanggul yang sudah jebol, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa depan.
“Ini adalah tanggung jawab kami untuk melindungi warga Subang dari ancaman bencana seperti banjir.
Bupati juga mengingatkan bahwa perbaikan tanggul bukan hanya menjadi tugas pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, mengingat peran strategis Sungai Ciasem dalam sistem pengendalian banjir di kawasan tersebut. Oleh karena itu, Ruhimat mendesak adanya perhatian serius dari berbagai pihak untuk segera menyelesaikan masalah ini.
Banjir Ciasem Rendam Dampak Sosial dan Ekonomi
Banjir di Ciasem tidak hanya merendam rumah, tetapi juga memberikan dampak besar terhadap ekonomi dan sosial warga. Banyak warga yang kehilangan peralatan rumah tangga, serta hasil pertanian mereka terendam air. Lahan pertanian yang berada di sekitar sungai, yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian utama, juga terendam, menyebabkan kerugian besar bagi petani.
Kami sangat berharap ada bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki kerusakan ini,” kata Darto, seorang petani di Desa Ciasem yang rumah dan sawahnya terdampak banjir.
Hal ini mempengaruhi kegiatan belajar-mengajar yang sudah terganggu selama beberapa hari.
“Sekolah kami terendam hingga setengah ruangan. Kami harus mencari tempat aman agar anak-anak bisa belajar lagi,” ujar Eka, salah satu guru di salah satu sekolah yang terendam di Kecamatan Ciasem.
Upaya Evakuasi dan Bantuan
Selain melakukan kajian teknis terhadap tanggul yang jebol, Pemkab Subang juga telah mengerahkan tim evakuasi dan bantuan untuk membantu warga yang terdampak banjir. BPBD Subang bersama dengan TNI, Polri, serta Relawan telah bekerja sama untuk mengevakuasi warga yang rumahnya terendam dan memberikan bantuan logistik seperti makanan, pakaian, dan obat-obatan.
Beberapa warga yang tinggal di daerah yang lebih tinggi masih bisa bertahan, tetapi banyak yang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Bantuan sudah mulai datang, dan kami bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan dasar warga yang terdampak bisa segera terpenuhi,” ungkap Kepala BPBD Subang, Sigit Haryanto.
Selain itu, untuk mencegah penyebaran penyakit yang mungkin timbul akibat banjir, pihak kesehatan juga telah memulai pemeriksaan dan memberikan vaksinasi serta perawatan medis bagi warga yang terdampak.
Persiapan untuk Musim Hujan Berikutnya
Selain itu, Pemkab juga mengingatkan warga untuk selalu waspada terhadap potensi banjir, dengan melakukan penataan lingkungan dan pengurangan sampah di saluran-saluran air, serta melakukan sosialisasi tentang kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat.
“Ke depan, kami akan lebih giat untuk melakukan perbaikan infrastruktur yang dapat mencegah terjadinya banjir. Kami juga meminta warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan turut serta dalam menjaga kebersihan saluran air,” tambah Bupati Ruhimat.
Kesimpulan
Banjir yang melanda Ciasem, Subang, akibat jebolnya tanggul Sungai Ciasem menimbulkan dampak yang besar bagi ribuan warga yang terdampak. Bupati Subang, H. Ruhimat, mendesak perbaikan segera terhadap tanggul yang rusak dan mengingatkan pentingnya kerjasama antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam menangani bencana ini.






