PP Muhammadiyah Himbau Semua Pihak Menahan Diri – Negeri Ini Memerlukan Soliditas & Persatuan
Jangkuan Serang – PP Muhammadiyah Himbau Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan resmi yang menyentuh hati dan sarat makna, di mana mereka:
Menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang tewas akibat insiden aparat melindasnya.
Mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menahan diri, menghindari kekerasan, dan mengedepankan dialog damai sebagai jalan terbaik dalam menyelesaikan konflik.
Nilai Persatuan di Tengah Ketegangan
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa bangsa Indonesia tidak memiliki ruang untuk terpecah oleh konflik. Ia menyampaikan:
Negeri ini memerlukan soliditas dan persatuan yang kokoh,”
“Ayo bersama-sama mencari solusi atas problem bangsa dengan dialog dan musyawarah disertai sikap kesekesamaan yang tinggi.”
Lebih jauh, Muhammadiyah menegaskan pentingnya keteladanan para elite politik dan pejabat dengan sikap sederhana, sensitif terhadap aspirasi masyarakat, dan menghindari tindakan yang menyentuh hati rakyat secara negatif.
Baca Juga: Mulai Tahun Depan, Beli Gas Melon Pakai NIK
PP Muhammadiyah Himbau Empati dan Seruan untuk Prosedur yang Adil dan Humanis
Selain itu, Muhammadiyah menyampaikan:
Dukungan penuh kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas insiden tersebut secara adil.
Dorongan agar aparat keamanan menggunakan pendekatan persuasif dan tidak kekerasan dalam meredam aksi massa.
Seruan cerdas kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu destruktif yang belum jelas sumber penjalannya, terutama dari media sosial.
Tiga Pendekatan Penulisan Artikel
| Sudut Pandang / Gaya | Fokus Cerita |
|---|---|
| Narasi Humanis | Menempatkan Affan sebagai simbol ketegangan emosi, tapi juga panggilan untuk warga tetap beradab. |
| Analisis Kepemimpinan | Evaluasi kritis atas peran elite politik, Kapolri, dan ormas agama dalam mengayomi aspirasi dan menciptakan kedamaian. |
| Solusi Berdasarkan Dialog | Menggali pendekatan Muhammadiyah—dialog, musyawarah, dan empati—sebagai alternatif konstruktif ketimbang konfrontasi. |
Penutup: Bukan Sekadar Seruan, Melainkan Pangkal Harapan
Pernyataan PP Muhammadiyah bukan hanya himbauan formal—namun panggilan yang menuntut refleksi. Ini adalah momentum bagi bangsa untuk:
-
Menahan diri di tengah kehilangan,
-
Menemukan kembali dialog sebagai jembatan,
-
Mengusung persatuan sebagai kekuatan utama menuju Indonesia maju, berdaulat, dan sejahtera.






